rangkaian…..

Wednesday, March 25, 2009

 

Audio Level (with LED)

Untuk menyatakan level audio biasanya digunakan VU (voltmeter unit) yang akan menunjukkan secara visual naik turunnya suara output dari sebuah perangkat audio (tape, radio, MP3 dsb). pada project ini untuk menggantikan VU digunakan deretan LED yang nyalanya kan mewakili secara visual suara output. Bagian ini hanya bentuk mono untuk menjadikan stereo maka harus membuat rangkaian yang serupa.

Karakteristik:
sensitivitas sampai 1 volt, +6dB. Untuk mengubah amplitudo input dapat dilakukan dengan mengatur multitun 50 K (POT1). Delay visual dapat di atur oleh 10K potensio (POT2). Sebagai pengatur nyala LED digunakan LM3915 (display driver for LED, LCD etc).

Layout:
Schematic:

Posted by Electronic Circuit at Wednesday, March 25, 2009 0 comments

Labels: ,

 

Merekam Suara Dengan ISD

ISD merupakan IC suara yang dapat merekam suara sekitar 1-2 menit (tergantung tipenya) kemudian dapat memutarnya kembali dengan kualitas yang cukup bagus.
Jika dirasa suara output kurang jelas dan keras maka bisa ditambahkan amplifier sebagai berikut:

Posted by Electronic Circuit at Wednesday, March 25, 2009 0 comments

Labels:

 

HI-Amp




Posted by Electronic Circuit at Wednesday, March 25, 2009 0 comments

Labels:

 

Lampu Darurat

Rangkaian ini di desain untuk penggunaan luar ruangan. Biasanya saat kita berkemah di hutan atau sedang mendaki gunung. Dengan input 4,5 -12 V kita sudah bisa menyalakan lampu TL (lampu hemat energi). Input bisa menggunakan baterai. Prinsip kerjanya adalah dengan mengubah DC ke AC kemudian memperkuat tegangan dengan trafo.

Posted by Electronic Circuit at Wednesday, March 25, 2009 0 comments

Labels:

 

Variable Power Supply

Bagi para hobby di dunia elektronik pasti memerlukan tegangan yang cukup bervariasi dalam setiap percobaannya. Untuk itu maka akan lebih baik jika kita mepunyai sebuah power supply yang sanggup bekerja pada tegangan dan arus yang bervariasi. Rangkaian sederhana dan komponennyapun tidaklah sulit di dapatkan disekitar anda. Berikut adalah gambar rangkaiannya:
 

Komponen:

P1            500R   Linear Potentiometer
P2            10K   Log. Potentiometer

R1,R2         2K2  1/2W Resistors
R3            330R   1/4W Resistor
R4            150R   1/4W Resistor
R5            1R     5W Resistor

C1            3300µF   35V Electrolytic Capacitor (see Notes)
C2            1µF   63V Polyester Capacitor

D1,D2         1N5402 200V 3A Diodes
D3            5mm. Red LED

Q1            BC182  50V 100mA NPN Transistor
Q2            BD139  80V 1.5A  NPN Transistor
Q3            BC212  50V 100mA PNP Transistor
Q4            2N3055  60V 15A   NPN Transistor

T1           220V Primary, 36V Center-tapped Secondary
            50VA Mains transformer (see Notes)

-----------------------------------------------

Tegangan maksimum 24 V dan arus maksimum 2 A

Posted by Electronic Circuit at Wednesday, March 25, 2009 0 comments

Labels:

Saturday, March 21, 2009

 

Simple IR Detector

Rangkaian IR berikut dapat mengontrol relay. Relay akan diaktifkan saat transistor (T1) aktif.
Sedangkan untuk mendeteksi inframerah digunakan phototransistor. Saat phototransistor ini tidak mendeteksi adanya inframerah maka T1 akan OFF begitu juga dengan relay. Rangkaian ini biasanya digunakan untuk rangkaian kontrol yang dikoneksikan dengan mikrokontroler.
Sebagai sumber inframerah adalah dioda inframerah. sensitivitas sensor inframerah (Q1) dan nilai resistor R2 akan menentukan jauh tidaknya jangkauan sensor.

Posted by Electronic Circuit at Saturday, March 21, 2009 0 comments

Labels:

Friday, March 20, 2009

 

RTC 8051


Rangkaian di atas menggunakan RTC DS1307 yang memiliki 8 pin. Untuk mengetahui fungsi setiap pin silahkan lihat dataseet. DS1307 memerlukan clock tersendiri seperti gambar. Rangkaian di atas hanya menunjukkan koneksi antara 8051 dengan DS1307 sedangkan output (tampilan) bisa dibuata dengan 7 segmen atau LCD, untuk port outputnya sesuai program yang kita buat.

untuk contoh program bisa saya kirim lewat e-mail (gratis)

Posted by Electronic Circuit at Friday, March 20, 2009 0 comments

Labels:

Monday, March 16, 2009

 

Konsep LED


LED atau Light Emitting Diode
LED adalah dioda yang dapat mengeluarkan cahaya. Karena kemampuannya itu maka LED lebih sering dipakai sebagai indikator dalam suatu alat. Prinsip kerja LED Di dalam LED terdapat sejumlah zat kimia yang akan mengeluarkan cahaya jika elektron-elektron melewatinya. Dengan mengganti zat kimia ini, kita dapat mengganti panjang gelombang cahaya yang dipancarkan, seperti infrared, hijau/biru/merah dan ultraviolet. Cara Kerja LED Kita sudah tau bahwa LED adalah dioda, sehingga memiliki kutup ( polar ). Arah arus konvensional hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda. Dan bagaimana kita dapat membedakan kutup-kutupnya ?? Perhatikan bahwa 2 kawat ( kaki ) pada LED memiliki panjang yang berbeda. Kawat yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek adalah katoda.

Bagaimana dalam menentukan nilai resistor ?
Mengapa kamu memerlukan resistor yang dirangkai seri dengan LED ? Karena tidak ada pengatur kuat arusnya ! LED akan terbakar jika tanpa resistor.

Arus menentukan seberapa terang sebuah LED. Lebih besar arus maka lebih terang pula LED itu. Arus pada LED seharusnya sekitar 10 – 20 mA. Ketika arus melewati sebuah LED, jatuh tegangan pada LED sekitar 1,6-1,7 V, sebenarnya tergantung pada arus juga. Jadi begitulah gunanya sebuah resistor.

Terlebih dahulu lihatlah grafik sebelah kanan. Pilihlah terang LED yang diinginkan dan pakailah grafik ini untuk menentukan arus yang diperlukan. Sebagai contoh, Kita memilih intensitas luminous ( tingkat terang gelap sebuah LED ) sebesar 1, diketahui bahwa arus sebesar 20 mA yang diperlukan.

Ini bearti bahwa arus 20 mA harus melewati LED untuk mendapatkan terangnya LED sebesar 1. Sekarang, kita dapat menghitung jatuh tegangan pada LED berdasarkan arus yang diketahui. Lihatlah grafik sebelah kiri pada 20 mA. Sekarang kamu tahu bahwa jatuh tegangannya sebesar 1,85 V. Ketahuilah bahwa jatuh tegangan pada LED tidak hanya sebuah fungsi dari arus, tetapi juga warna LED dan suhu (disebabkan perbedaan zat kimia pada LED ).

Warna Beda Potensial
Infrared 1,6 V
Merah 1,8 V – 2,1 V
Jingga 2,2 V
Kuning 2,4 V
Hijau 2,6 V
Biru 3,0 V – 3,5 V
Putih 3,0 V – 3,5 V
Ultraviolet 3,5 V

Kemudian, menentukan berapa tegangan yang digunakan untuk LED. Contohnya, jika kamu menggunakan regulator 5 V, bearti kamu menggunakan tegangan 5 V. Jika kamu menggunakan baterei 9 V, bearti tegangan yang digunakan 9 V.

Terakhir, Gunakan persamaan ini ( berdasarkan hukum Ohm, V = IR )

(tegangan yang digunakan – jatuh tegangan )/ arus forward = nilai resistor
( 9 V – 1,7 V ) / 0,02 A = 365 ohms

LED tidak begitu sangat sensitif terhadap nilai resistor, Jadi jangan khawatir jika kamu harus menggunakan resistor dengan toleransi besar.

Posted by Electronic Circuit at Monday, March 16, 2009 0 comments

Labels:

Wednesday, March 11, 2009

 

DB25 to DB9 Converter

Pada mulanya untuk komunikasi dengan dunia luar komputer menggunakan LPt (pararel port) dengan jumlah pin 25 sehingga biasa disebut DB25. Kemudian ditemukan port serial yang penggunaannya lebih populer dibanding DB25 karena secara bentuk yang lebih kecil dan pinnya berjumlah 9 atau DB9. Untuk mengkonversi DB25 ke DB9 tinggal mengkuti gambar berikut:

Keterangan masing-masing pin seperti terlihat pada tabel:

Posted by Electronic Circuit at Wednesday, March 11, 2009 0 comments

Labels:

 

Simbol Komponen Elektronika

Tabel diatas memeperlihatkan berbagai simbol komponen elektronik yang sering digunakan.

Posted by Electronic Circuit at Wednesday, March 11, 2009 0 comments

Labels:

Tuesday, March 10, 2009

 

Alarm Berganda


Dengan rangakaian ini alarm dapat dipicu oleh beberapa kondisi :
1. Banyaknya cahaya pada LDR1 meningkat
2. Ketika LDR2 terhalangi oleh bayangan
3. Ketika switch pada pintu terbuka atau kebel putus
4. Ketika titik point ada yang memegang

LDR1 harus diletakkan pada posisi yang gelap seperti di dekatnya lubang kunci pada pintu. Saat si pencuri menyalakan senter dan berusaha mencari lubang kunsi pada pintu maka LDR1 akan terkena cahaya sehingga pin 6 (IC NE556) akan mendapat triger sehingga IC NE556 mengaktifkan T1. Selanjutnya T1 kan mengaktifkan relay.VR 1 untuk mengatur kepekaan LDR1.

LDR2 kita letakkan ditempat yang terkena cahaya (lorong misalnya). Saat ada banyangan orang lewat maka LDR2 akan kena bayangan sehingga akan mengaktifkan pin 8 (pin 8 low) maka pin 9 high. T1 aktif dan relay aktif juga. Kepekaan LDR2 diatur oleh VR2.

Titik AB kita pasang pada pintu atau jendela. JIka AB short maka alarm aktif. Titik CD meruapkan seutas kabel. Jika kabel ini putus maka alarm aktif.

Relay bisa kita hubungkan ke lampu dan sirene.

Posted by Electronic Circuit at Tuesday, March 10, 2009 0 comments

Labels:

 

SCR atau Thyristor Sebagai Alarm

Thyristor (silicon controlled rectifier or SCR) merupakan salah satu semikonduktor layaknya transistor. Jika transistor aktif saat kaki basis mendapat tegangan maka pada SCR akan aktif saat kaki GATE mendapat teganga. Tetapi SCR berbeda dengan transistor.Pada transistor saat kaki basis tidak mendapat tegangan lagi maka transistor akan OFF sedangkan pada SCR walaupun Gate sudah tidak mendapat tegangan SCR tetap ON. SCR akan OFF (reset) saat supply OFF.
Dari karakteristik ini maka SCR sangat cocok dipakai sebagai triger/penyala alarm. Rangakain dibawah adalah rangkaian alarm yang memanfaatkan SCR
Cara kerja:
– Saat switch ON, buzzer masih OFF karena SCR belum aktif
– Jika kabel pemicu (wire loop) tersambung maka gate mendapat supply sehingga SCR aktif/ON
– Jika SCR ON maka buzzer berbunyi
– Saat kabel (wire loop) di lepas SCR tetap ON sehingga buzzer tetap berbunyi
– untuk mematikan alarm bisa dilakukan dengan meng OFF kanpower switch

Note: wire loop bisa kita pasang pada jendela, pintu, sepeda motor dsb

Posted by Electronic Circuit at Tuesday, March 10, 2009 0 comments

Labels:

Sunday, March 8, 2009

 

Serial Downloader AVR

Untuk membuat downloader AVR mikrokontroler kebanyakan kita masih menggunakan pararel port (LPT) kecuali beli jadi. Tetapi komputer sekarang sudah tidak menyediakan lagi port pararel, yang lagi tren adalah USB (USB downloader akan kita bahas pada posting berikuitnya). Paling tidak port pararel masih ada pada komputer maupun laptop.

Sebenarnya dari segi biaya dan kemudahan membuat port pararel lebih muda kok. Berikut rangkaiannya:

Cara membuatnya lihat step-step berikut:
Untuk mikrokontrolernya seperti terlihat pada gambar:
Gimana cukup jelas kan
Dari: electronic diy.com

Posted by Electronic Circuit at Sunday, March 08, 2009 0 comments

Labels:

 

LCD Termometer

Biasanya untuk menjalan LCD kita memerlukan sebuah mikrokontroler. Tetapi dengan rangkaian ini tidaklah perlu sehingga lebih praktis, murah dan gampang bikinnya. Rangkaiannya adalah sebagai berikut:
Komponen utama yang dipakai dalam rangkaian diantaranya:

– D1 merupakan dioda yang dipakai sebagai sensor suhu karena karakteristiknya seperti tampak pada grafik
kita tahu bahwa dioda merupakan semikonduktor yang dibuat dari silicon. Jika dioda dapat forward bias maka elektron yang dapat dilewatkan akan berubah-ubah sesuai dengan suhu yang mengenainya. Sehingga tegangannya pun tergantung suhu (sekitar 2mV/C). Untuk melindungi suhu luar maka dioda perlu dikasih kaca.
-ICL7136 merupakan Display A/D Converter with Overrange Recovery. Digunakan untuk mengubah tegangan analog dari dioda menajadi sinyal digital yang siap mendriver LCD
-SP521PR merupakan driver LCD 

Hasilnya akan nampak seperti gambar dibawah:

Posted by Electronic Circuit at Sunday, March 08, 2009 0 comments

Labels:

 

Kuis/Kontes Indikator


Aplikasi ini diperuntukkan untuk acara kuis. peserta bisa terdiri-dari maksimum 8 kontestan. setiap meja peserta dilengkapi dengan tombol. Tombol harus ditekan terlebih dahulu saat mau menjawab pertanyaan juri. Siapa yang terlebih dahulu menekan tombol berhak menjawab pertanyaan.

Display (7-segmen) akan menunjukkan siapa yang terlebih dahulu menekan tombol. Pada saat yang bersaamaan buzzer juga akan mengeluarkan suara bell. Display dan buzzer akan di reset secara manual setelah diketahui peserta nomor berapa yang menekan tombol. Reset dapat dilakukan dengan menekan tombol S9.

– DM74LS244 merupakan Octal TRI-STATEÉ Buffers/Line Drivers/Line Receivers
– 74LS147 merupakan 10-LINE-TO-4-LINE AND 8-LINE-TO-3-LINE PRIORITY ENCODERS
– 74LS30 merupakan 8-input Nand Gate
– 74LS47 merupakan driver 7-segmen

Posted by Electronic Circuit at Sunday, March 08, 2009 0 comments

Labels:

Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Archive

speak with her magic

Listrik : Arus, Tegangan, Hambatan, Daya

February 25, 2009
tags:
by arsvida

 

Atomic power will make electricity too cheap to meter – Glenn Seaborg

 

APA ITU  ARUS ?

Arus listrik atau dalam versi bahasa inggris sering disebut electric current  dapat didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Biasanya arus memiliki satuan  A (Ampere) atau dalam rumus terkadang ditulis I. Arus listrik merupakan gerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam arah tertentu.  Arah arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah (berlawanan arah dengan gerak elektron). Satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).

Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.

APA ITU TEGANGAN ?

Tegangan listrik (Voltage) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. Tegangan dinyatakan dalam satuan volt (V). Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Pada sebuah rangkaian, besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya merupakan jumlah tegangan.

APA ITU HAMBATAN ?

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan dinyatakan dalam satuan ohm. Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong elektron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus.

APA ITU DAYA (POWER) ?

Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik . Satuan daya listrik adalah watt . Daya listrik, seperti daya mekanik, dilambangkan oleh huruf P dalam persamaan listrik. Pada rangkaian arus DC, daya listrik sesaat dihitung menggunakan hukum joule. Daya listrik mengalir di manapun medan listrik dan magnet berada di tempat yang sama.

Berikut adalah tabel tambahan mengenai satuan SI dalam electromagnetic


 

 

 

References

http://ebooks.lib.unair.ac.id/ristek2/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Fisika/Fisika%202.htm

http://wikipedia.org

http://taghyr.wordpress.com/2008/08/20/pengertian-hambatan-arus-tegangan-dan-bunyi-hukum-ohm/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: